Tuesday, July 21, 2015

Keusangan Disengaja, Kadaluarsa dipikiran, dan konspirasi konsumerisme



Tahukah Anda


  1. Katrid Printer ternyata didalamnya ada counter/chip, yang menghitung 1 sampai 50.000. yang bila sudah sampai pada print ke 50.000 dia berhenti mengeprint dan meminta dipasang katrid baru. Tukang servis yang pintar hanya perlu mereset kounter tersebut dan Boom, katrid bisa dipakai lagi, dengan mengisi ulang tintanya tentu saja. Ini bisa di reset sampai 3 kali.
  2. Ipod pada tahun 2004 ternyata hanya punya usia pakai 18 bulan pemakaian, kemudian mati. dan setelah dikonfirmasi  ke call centernya, disarankan daripada mengganti baterainya seharga 250 dolar sebaiknya anda membeli baru saja seharga $400. Ini menimbulkan kampanye hitam di New York “IPOD tidak bertahan 18 Bulan”.
  3. Electric toothbrush, Bola lampu, Pemanas air dll punya usia pakai yang sudah ditentukan secara bawaan dari pabriknya. 
  4. Desain HP menggunakan desain mata baut yang baru untuk menghindari dibuka sendiri oleh konsumen cerdas dan tukan servis, sehingga servis hanya bisa / boleh dilakukan oleh agen yang ditunjuk. Padahal kalau sudah bisa kita buka di awal hanya perlu ganti kompenen/ baterai internal maka HP sudah baik lagi.

 --------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Diluar Apple Store di London Regent Street September lalu, Jacques Peretti mewawancarai penggemar setia Apple yang mengantri untuk membeli iPhone 5s yang baru. Apa yang berbeda dari ponsel baru yang membuatnya begitu diinginkan, ia bertanya pada orang2 di depan antrian. "Mungkin tidak banyak, saya suka saja dengan warna barunya. Membuat saya berbeda dari yang lain kalau saya jadi orang pertama yang membelinya" jawabnya riang. Yang lain menjawab “Ya, ada pengenalan sidik jari dan kamera lebih cepat”, tetapi tidak benar-benar menjelaskan mengapa ia berada di sana mengantri selama tiga hari. Hanya karena sedikit lebih baru, sedikit lebih baik lebih awal diluncurkan dari yang sebenarnya dibutuhkan?


Sementara antrian ini mungkin membuat kita putus asa terhadap kemanusiaan, kita harus mengagumi ilmu pemasaran: untuk bisa membuat orang mengantri untuk sesuatu yang berbeda sedikit dari hal2 yang mereka sudah punyai untuk alasan yang mereka hampir tidak dapat menjelaskan pasti, ini berarti seseorang di Apple harus diberikan medali - dan / atau dibawa ke hutan dan ditembak karena merusak moral publik.

"Ide untuk belanja secara terus-menerus sangat tertanam dalam kesadaran kolektif kita," ia berpendapat. Mari kita menelusuri bagaimana kita menjadi konsumen tak henti-hentinya selama satu abad terakhir.

Keusangan yang Disengaja.


kita bisa melacak ini. Pertama, setelah tembok berlin dirobohkan, dan jerman barat dan jerman timur bergabung, disebuah gedung bekas milik Osram ditemukan dokumen2 rahasia. Isinya adalah panduan dan aturan yang mewajibkan dan menentukan usia pakai sebuah bola lampu pada rentang jam tertentu. Dan bila melebihi jam tersebut perusahaan kena denda. Sebelum ada kesepakatan itu, usia bola lampu sekitar 2500 jam nyala. Kartel rahasia diantara produsen bola lampu di tahun 1920-an di Jerman bersepakat untuk mengurangi masa kerja lampu mereka dari 2.500 jam menjadi 1.000 jam nyala. karena mereka khawatir bila semua sudah punya bola lampu yang tidak cepat rusak maka mereka kehabisan konsumen. Ini menjadi motor para kapitalis untuk mendapatkan keuntungan: keusangan bawaan yang disengaja,dari lahir. Sebuah alat/produk dibatasi usia pakainya. Keusangan disengaja ini sudah menjadi rahasia umum para produsen besar agar para pembeli membeli berulang kali produk2 mereka. 

Kadaluarsa dipikiran manusia

Kemudian, di tahun 1950-an di Amerika, Alfred P Sloan dari General Motors  mensegmentasi pasar Mobil dengan model yang berbeda untuk kelas konsumen yang berbeda untuk lebih merangsang permintaan dan meyakinkan Amerika untuk membeli mobil baru setiap tahun. Pada saat itu konsumerisme adalah tugas patriotik Amerika dalam perang dingin melawan Soviet yang membantah kebohongan-mimpi kapitalisme: kebebasan memilih. Sebagai informasi, teknologi mesin mobil tidak banyak berubah sejak tahun 1950an. Yang ditambahkan setiap tahunnya hanyalah warna baru, spoiler baru, audio sistem yang baru, dan perubahan2 kecil lainnya. 


Mengapa hal ini bisa laris? Tentu saja kekuatan dari rasa iri manusia dan hasrat tak pernah puas. Saat dia melihat tetangganya menggunakan mobil/furnitur keluaran terbaru sedangkan dia menggunakan mobil model tahun lalu, maka harga dirinya terasa turun. Hal inilah yang menjadikan para konsumen secara gila membeli terus mobil/furnitur keluaran terbaru, seolah itu bagian dari fashion. Mobilnya belum usang, tapi perasaan dan pikiran manusia terhadap barang itu yang mengusangkan barang tersebut. Keusangan yang diciptakan dari pikiran.

Pada tahun 1980an masyarakat sudah jarang bertemu dengan tetangganya, rasa ingin lebih dari yang lain mulai berkurang. Tetapi ada lagi yang mendorong konsumerisme mereka. TELEVISI. Melalui televisi mereka melihat film dan Opera sabun, yang jelas membentuk opini bahwa keluarga bahagia dan standar itu punya pembantu, furniturnya bagus2, ada alat2 elektronik di dapur dan di ruang tamu, dst, dst... 


Munculnya kartu plastik luar biasa yang membuat orang membeli diluar kemampuan belinya juga ikut andil dalam merubah budaya kita. Kartu Kredit. Anda melihat sesuatu, menyukainya lalu boom, anda membawa pulang barang tanpa perlu mengeluarkan uang sepeserpun. Pada awalnya.. tanpa sadar sudah melebihi kemampuan bayarnya. 

Hal ini diperparah dengan semakin jeniusnya perusahan periklanan. Iklan2 yang membuat kita merasa butuh sesuatu, menciptakan ketakutan dipikiran kita bahwa kalau tidak punya Produk A,B,Z maka hidup kita tidaklah sempurna, dan lain lain. IKEA di Inggris selalu ramai dikunjungi bahkan pernah terjadi kerusuhan setiap Black Friday. Orang2 memborong barang2 yang bukan mereka butuhkan tetapi karena ada diskon mereka beli.


Apa dampak buruknya?

Hal baru bisa cepat menjadi usang dengan CEPAT. Terdapat ratusan pengolahan limbah dan daur ulang peralatan elektronik diseluruh dunia, hanya karena sebuah gadget tidak lagi diinginkan atau sudah usang walau masih dalam kondisi baik. Bahkan ada produk2 yang masih dalam kardusnya, belum pernah dipakai konsumen, karena sudah ketinggalan model juga terpaksa dihancurkan. Tumpukan limbah elektronik yang sulit didaur ulang.


Selain itu, kita, terutama pola pikir kita akan terus menjadi konsumen, yang seperti zombie.. membeli dan terus membeli tanpa tahu apa yang sebenarnya kita butuhkan, alih alih apa yang kita inginkan.

Menurut Parreti ini menunjukkan bagaimana konsumerisme mempengaruhi hubungan manusia. Sosiolog Zygmunt Bauman menulis bahwa hasrat adalah keinginan untuk mengkonsumsi. Oleh karena itu, orang akan berpikir, bukan hanya sofa sekali pakai, sikat gigi dan mobil, tetapi juga para pecinta merek tertentu sudah terprogram bahwa sebuah barang usang didalam pikiran. 

Dipasar bebas, konsumen lah yang seharusnya menentukan permintaan. Dan tugas pengusaha adalah memenuhi keinginan tersebut. Tapi bagaimana jika keinginan kita dimanipulasi? 

Jadi.. bagaimana pendapat anda? Mari kita menjadi Konsumen cerdas....